Archive for December, 2008

31
Dec
08

Cukup Allah Saja

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar

Bila kita mencoba berhenti sejenak, akan ditemui begitu banyak kekeliruan yang telah diperbuat. Terutama saat seringnya kita menggantungkan segala asa pada makhluk, bukan pada dzat yang mana ruh ini ada dalam genggamannya-Nya.

Amatlah sering, kita berharap pada makhluk. Segala upaya kita lakukan hanya untuk mendapatkan simpatinya. Dan kita lupa, bahwa itu adalah sebuah kesalahan besar. Karena makhluk adalah fana, mudah sirna dan pada hakikatnya amatlah rapuh sebagai tempat untuk bergantung.

Ketergantungan seharusnya diperuntukkan bagi Allah saja. Dialah yang membuat segalanya terjadi. Dia pula yang mengatur skenario dibalik segala peristiwa. Tanpa satupun yang terjadi, lepas dari pengawasan dan pemantauan-Nya. Selalu ada hikmah di balik segala sesuatu yang menimpa diri kita.

Saudaraku, andai hari ini banyak masalah yang mendera, mintalah perlindungan dan permohonan hanya pada Allah. Jangan pernah menggantungkan diri kepada selain-Nya. Dialah tempat menggantungkan segala harap dan asa. Dia pulalah tempat meminta segala keinginan.

Bila belum terkabul juga do’a kita, janganlah lantas menyalahkan-Nya. Dia punya cara tersendiri untuk menjawab permintaan hamba-Nya. Dengan kebaikan yang langsung diperlihatkan, atau ditunda-Nya untuk kebaikan di akhirat kelak.

Cukuplah Dia, dan memang cukup hanya Dia, tempat segala asa dan cinta bertaut. Karena dengan Ar Rahman-Nya Dia mengasihi, dan dengan Ar Rahim-Nya Dia menyayangi. Jadi, kenapa harus bergantung kepada makhluk bila Allah telah cukup bagi kita?

Sumber : CyberMQ

31
Dec
08

Hikmah Tahun Baru Islam

Oleh : Bossyana

Beberapa hari lagi Tahun 1429 H akan segera berakhir dan berganti tahun baru 1430 H. Berbeda dengan pergantian tahun lalu dimana pergantian tahun baru Masehi lebih awal beberapa hari dibandingkan dengan tahun Hijriyah. Dimana tahun baru masehi 2008 lalu, dirayakan dengan penuh gegap gempita, pesta pora di mana-mana, kembang api menandai tenggelamnya tahun 2007 terbitlah mentari di ufuk timur menandai datangnya tahun baru 2008.

Kini umat Islam menyambut tahun baru 1429H, lebih awal dari tahun Masehi. Menyadari hakikat tahun baru hijrah, umat Islam sebagai umat terbaik dan sepatutnya menjadi suri tauladan yang baik kepada orang lain haruslah mempunyai cara dan sikap yang menjunjung tinggi ajaran wahyu dalam menyambut datangnya tahun baru hijrah, agar dapat membedakan dengan cara dan adat orang lain.

Sebagai Ummat Islam, Ummat Nabi Muhammad SAW, sepatutnya kita menyambut pergantian tahun yang ditentukan oleh Allah sebagai tahun yang dipakai dalam penentuan waktu dalam menjalankan Syariat Islam. Cara memperingati tahun baru seperti yang Rasulullah SAW sabdakan: ” Barangsiapa yang berpuasa sehari pada akhir dari bulan Dzuhijjah dan puasa sehari pada awal dari bulan Muharram, maka ia sungguh-sungguh telah menutup tahun yang lalu dengan puasa dan membuka tahun yang akan datang dengan puasa. Dan Allah ta`ala menjadikan kaffarat / tertutup dosanya selama 50 tahun.

Pada awal tahun Hijriyah itulah permulaan fajar Islam mulai menyingsing dengan di awali dengan Hijrahnya Rasulullah SAW bersama para sabiqulan awwalun dari Kota Makkah ke Kota Madinah. Itulah tonggak sejarah Islam, Ummat Islam, dicanangkan ke seluruh dunia. Kedatangan tahun baru Islam agak sepi akibat begitu lama umat Islam terjajah dan terlalu membesar-besarkan penggunaan kalendar masehi dibandingkan tahun hijrah dalam kehidupan sehari-hari. Budaya ini menyebabkan umat Islam sendiri tidak ingat bulan-bulan dalam Islam kecuali Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah saja.

Inilah antara lain usaha besar kaum kuffar merusak serta menjauhkan umat Islam dari ruh Islam, termasuk memastikan umat Islam tidak menghayati tahun hijrah dalam kehidupan. Agak jarang umat Islam mengucapkan selamat tahun baru, umat Islam sudah terjajah oleh budaya kuffar. Mungkinkah umat Islam mampu memperkasai kembali penggunaan tahun baru hijrah. Jawabannya ada pada tindakan dan kesungguhan umat Islam dalam merealisasikannya. Jika dalam pemakaian tahun pun susah kita berhijrah maka mungkinkah kita mampu hijrah dari sistem jahiliah kepada sistem Islam.

Marilah kita berhijrah dari jahiliah kepada Islam, kufur kepada iman, lemah kepada kuat, sesat kepada kebenaran, kegelapan kepada cahaya, dosa kepada pahala, mundur kepada maju. Oleh karenanya marilah insaf bahwa jika kita ingin mengembalikan ruh hijrah sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabat sehingga Islam mampu merajai dunia maka kita harus kembali kepada Islam dalam secara ”kaffah” atau totalitas dalam semua aspek kehidupan. Sebagaimana kita ketahui bersama hijrah Nabi Muhammad shallalahu `alaihi wasallam dari Makkah ke Madinah telah membawa perubahan besar terhadap peradaban umat manusia, perubahan dari zaman jahiliah menuju peradaban madaniah di bawah naungan cahaya Illahi dengan kata lain Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam melakukan perubahan yang paling fundamental dalam kehidupan, dari kehidupan yang tidak memiliki peradaban ke arah kehidupan yang penuh rahmat ampunan dan kasih sayang.

Teladan yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam kepada kita semua, memberikan inspirasi penting untuk membangun sebuah peradaban baru di masa yang akan datang, kita dapat mengambil pelajaran bagaimana beliau mulai membangun peradaban Islam dari tataran induvidual menuju tataran sosial yang lebih baik. Pada tataran individual Rosullalah menegakkan hakidah nafsiah yaitu menegakkan hakidah dalam diri setiap insan. Hal ini mengandung makna bahwa segala sesuatu yang kita rencanakan untuk berubah justru harus dimulai dengan melakukan perubahan dari diri sendiri. Perubahan yang kemudian lebih meluas membangun komitmen bersama kearah pembentukkan sebuah tatanan kehidupan yang diterapkan pada masyarakat Madinah.

Rasullalah shallalahu `alaihi wasallam membangun sebuah konsep sya`riah istima`yah yaitu konsep hukum kemasyarakatan yang meliputi penegakkan hukum, sosial, politik dan ketatanegaraan. Dari Madinah lah kita menyaksikan apa yang dikenal dengan persamaan di depan hukum dan pemerintahan, dipraktekkan secara bermartabat dan beradab, dari Madinah pula kita menyaksikan bagaimana hukum ditegakkan secara lugas, demikian juga dengan kerjasama antar kelompok yang berbeda keyakinan agamanya, tentu masih banyak pelajaran berharga yang kita petik dari Rasulullah, karena itulah tidak berlebihan kalau penulis menggunakan kesempatan yang sangat membahagiakan ini, untuk menyeruhkan kepada seluruh umat Islam di tanah air agar senantiasa mempelajari, menggali dan mengaktualisasikan semuanya itu dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sekian ragam peristiwa penting Islam, peristiwa hijrah sesungguhnya menempati posisi yang utama. Sebab, peristiwa ini bukan saja menandai babak baru penanggalan Islam yang ditetapkan oleh Umar bin Khattab, melainkan juga menjadi titik balik peradaban Islam terkonstruksi dengan gemilang. Karena itulah, setiap tahunnya kita memperingati peristiwa hijrah sebagai tahun baru Islam. Harapannya, tentu di samping memutar kembali klise peristiwa fenomenal itu, juga mencoba memunguti makna hijrah secara aktual dan kontekstual.

Puncak kegemilangan sejarah Islam lewat momen hijriyah patut dibilang sebagai sebuah revolusi tanpa kekerasan yang pertama kali dalam sejarah. Dalam waktu yang cukup singkat Muhammad mampu mengubah wajah Kota Madina dari pola masyarakat yang diskriminatif, primordialis-fanatis dan eksklusif menjadi masyarakat yang terbuka, egaliter, dan penuh dengan nilai-nilai persaudaraan. Kota Madina yang awalnya selalu diselimuti oleh pertentangan antarsuku menjadi komunitas yang dipenuhi oleh semangat kolektif untuk membentuk peradaban baru.

Atas kesuksesan ini sangat beralasan bila Michael Hart dalam The 100: A Rangking of The Most Influental Person in History telah menempatkan Muhammad pada urutan pertama. Muhammad tidak hanya sukses membangun peradaban baru Islam tetapi juga mampu mengkombinasikan unsur sekuler dan agama dalam satu racikan peradaban Madina. Muhammad tidak hanya tampil sebagai seorang agamawan yang selalu mendermakan pesan spiritualnya, tetapi ia juga tampil sebagai negarawan yang adil dan bijaksana. Islam telah didudukkan tidak hanya sebagai agama yang berisi panduan ritual, tetapi juga sebagai etik-moral yang selalu hidup di tengah masyarakat.

Menyadari keagungan sejarah “hijrah” ini maka tidak khilaf apabila umat Islam menetapkan tahun barunya dengan merujuk pada sejarah hijriyah. Hal ini mempunyai arti bahwa lembaran baru Islam tidak dibuka dengan keagungan seorang tokoh semisal dengan memperingati kelahiran Nabi. Akan tetapi, Islam mengawali setiap lembaran barunya dengan semangat kelahiran peradaban baru Islam di Madina.

Apa yang diharapkan dengan dijadikannya hijriyah sebagai tahun baru Islam? Pada tanggal 1 Muharram 1430 nanti —yang bertepatan dengan 29 Desember 2008—kembali umat Islam memperingati sejarah sucinya. Sudah seribu empat ratus dua puluh tujuh tahun peristiwa ini berlalu. Namun, semenjak itu pula semangat hijriyah tidak pernah usang dimakan zaman karena selalu disegarkan dengan peringatan dan perayaan setiap tahunnya. Oleh karenanya, setiap kali umat Islam merayakan tahun barunya seketika itu pula semangat umat Islam disegarkan.

Setiap tahun kaum muslim kembali diingatkan dengan memori keemasan sejarahnya. Dan, setiap tahun pula semangat dan makna hijriyah ini akan menjadi kekuatan yang merevitalisasi dan mampu mendorong semangat umat Islam. Tentunya semangat hijrah diharapkan mampu menjadi semangat baru bagi umat Islam dalam memulai sejarahnya pada detik ini dan pada masa selanjutnya. Karenanya, makna hijriyah harus terinternalisasi dalam diri kita dan diolah menjadi sikap yang luhur dan dinamis dalam menata masa depan yang lebih baik.

Melihat kenyataan ini Indonesia tampaknya harus menjalani hukum sejarah dari sebuah peradaban. Tentunya bangsa ini tidak memaknai “hijrah” dengan perpindahan fisik layaknya “hijrah”nya Nabi meningalkan Makkah. Yang bisa dilakukan oleh bangsa ini adalah hijrah maknawi. Artinya, bangsa Indonesia butuh semangat “hijrah” dari kemerosotan ekonomi, sosial, politik dan hukum menuju peradaban yang mencerahkan. Peradaban yang lebih menjamin kesejahteraan masyara-kat, keterbukaan dan penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Tahun baru hijriyah sudah semestinya menjadi momentum untuk merenungkan kembali eksistensi bangsa Indonesia di titik paling nadir. Untuk itulah, hijriyah yang diperingati oleh umat Islam dan juga bangsa Indonesia kali ini diharapkan menjadi refleksi panjang bangsa ini untuk merajut perubahan yang sebenarnya, yang subtantif, produktif dan populistik. Semangat hijrah akan menjadi modal untuk mengembalikan kegairahan inisiatif perubahan tersebut. Oleh karenanya, sangat rugi dan sia-sia apabila hijriyah yang akan kita peringati bersama hanya sebatas pada refleksi seremonial.

Pada momen ini bangsa Indonesia berkesempatan untuk menguak makna dan semangat hijriyah bagi keberadaban dirinya sendiri. Hijrah berarti pula berubah untuk membangun peradaban baru seperti Nabi meninggalkan Makkah dan membentuk komunitas baru yang berperadaban. Semoga bangsa Indonesia mampu “hijrah” dari penderitaan yang membelitnya menuju bangsa yang berkeadaban.


sumber cybermq

23
Dec
08

Royksopp Birthday

Royksopp logoRoyksopp birthday

Röyksopp are celebrating their birthday!!
are you fans of royksopp?
get free birthday song in their sites

Download ‘Happy Birthday’
MP3 (320kbps – 9.6mb) or WAV (41.5mb)

for download goes here

enjoy it :)

18
Dec
08

Angel and Airwaves I-Empire Album

I-Empire

i-empire

Suretone / Geffen
Producer: Tom DeLonge
Tom Delonge
Atom Willard
Matt Wachter
David Kennedy
Release Date: 02.11.2007

Track
1. Call To Arms
2. Everything’s Magic
3. Breathe
4. Love Like Rockets
5. Sirens
6. Secret Crowds
7. Star Of Bethlehem
8. True Love
9. Lifeline
10. Jumping Rooftops
11. Rite Of Spring
12. Heaven
13. It Hurts (Live) (UK Bonus Track)

download link

17
Dec
08

bisa ngejar ngga???

bisa ngga ya ngejar selesai januari??

harus bisa ayuk smangad2…………:D

ingat maret reward nonton Java Jazz..
setialah pada cita citamu nak…

16
Dec
08

10 kesintingan utama arsitektur finansial global

10 kesintingan utama arsitektur finansial global

Oleh: Wandy Nicodemus Tuturoong

1.HAK MEMPRODUKSI UANG DIRAMPAS DARI NEGARA

Tak ada demokrasi di sini. Hak memproduksi uang bukanlah milik pemerintah, tapi milik swasta (The Fed, dalam kasus AS). Di negara-negara lain seperti Inggris atau Indonesia, hak memproduksi uang diberikan secara eksklusif pada bank sentral yang “independen” . Yang artinya, operasi bank sentral yang serba rahasia dan “obscure” tidak bisa dikontrol oleh publik. Sebaliknya seluruh operasi dan mekanismenya mengikuti supervisi yang diberikan oleh Bank of International Settlement (BIS, banknya bank-bank sentral) yang disetir oleh The Fed dan bank sentral beberapa negara Eropa. Sistem ini telah dimulai sejak berdirinya The Fed di tahun 1913 dan BIS di tahun 1930-an.

2.UANG YANG DIPRODUKSI ADALAH HUTANG PLUS BUNGA

Tak banyak yang menyadari bahwa setiap kali uang diproduksi, negara harus berhutang pada bank sentral. Ya, betul. Negara, yang diwakili pemerintah tak boleh memproduksi uang begitu saja. Ia harus berhutang atau mengeluarkan surat hutang untuk ditukarkan dengan uang oleh bank sentral. Tak cuma itu, hutang tersebut juga memiliki bunga yang harus dibayarkan oleh pemerintah (“interest-burdened debt”). Wajar saja kalau seluruh planet bumi ini penuh dengan hutang (lihat www.webofdebt.com)

3.UANG DIPRODUKSI, TAPI BUNGANYA TIDAK

Tadi disebutkan bahwa uang yang diproduksi adalah hutang pemerintah pada bank sentral yang dikenakan beban BUNGA. Persoalannya, pada saat uang diproduksi, bunganya TIDAK ikut diproduksi. Nah, pertanyaannya adalah: Bagaimana hutang tersebut akan dibayar, kalau bunganya tidak pernah dicetak atau diproduksi? Misalnya, pemerintah AS meminta The Fed untuk memproduksi uang sebanyak $100 juta dengan bunga 6 persen. Artinya, pemerintah AS berhutang $106 juta pada The Fed. Tapi, karena uang yang diproduksi hanya $100 juta, pemerintah AS takkan pernah bisa membayar lunas hutangnya. Mengapa? Sebab, ia harus kembali “berhutang” (plus bunga) untuk mendapatkan $6 juta sisanya. Ini bukan cuma kekeliruan matematis, tapi salah satu kesintingan utama yang telah lama terjadi. Sebab dengan cara ini, jumlah hutang akan terus bertambah secara tak terbatas.

4.PUBLIK TAK BOLEH PALSUKAN UANG, TAPI BANK BOLEH

Memalsukan uang oleh publik adalah tindakan subversif. Tapi, tidak bagi bank. Sistem yang sekarang membolehkan bank untuk memberikan pinjaman atau kredit sebesar ratusan hingga ribuan persen dari cadangan modal yang dimilikinya. Bila cadangan wajib perbankan ditentukan 10% misalnya, maka dengan modal sebesar $100 juta, bank bisa memberikan kredit hingga $900 juta – tentu saja dengan mengenakan bunga bagi si peminjam. Inilah yang dinamakan dengan “fractional reserve system” atau sistem cadangan fraksional. Sistem ini membuat kita mudah menyimpulkan bahwa cara paling cepat untuk jadi kaya adalah dengan memiliki bank. Tapi, pihak yang paling bertanggung jawab terhadap inflasi (uang beredar lebih besar daripada barang) juga tak lain adalah bank.

5.KEMISKINAN ADALAH HASIL NISCAYA DARI SISTEM INI

Jangan percaya bahwa kemiskinan adalah hasil dari kemalasan. Setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang mulia dengan segenap potensinya. Kemiskinan terjadi lantaran pengenaan bunga pinjaman. Bank-bank memberikan pinjaman atau kredit bagi publik dengan beban bunga. Artinya, publik harus “bertarung” untuk mengembalikan pinjamannya lebih tinggi dari yang mereka pinjam. Padahal, seperti dijelaskan sebelumnya, bunga yang harus dikembalikan itu tidak pernah diproduksi oleh bank sentral. Sudah pasti ada yang “kalah” dan ada yang “menang” dalam pertarungan ini. Yang kalah akan menjadi miskin (karena harus kehilangan aset-aset yang sudah dijaminkan pada bank), yang menang akan bertambah kaya (karena mendapatkan limpahan aset yang disita). Dalam jangka panjang, para pemenang ini akan terkonsentrasi pada segelintir orang yang paling besar modalnya (baca: para pemilik bank-bank besar).

6.PERANG JUSTRU MEMBERI KEUNTUNGAN BESAR PADA BANK

Betul ini. Sudah dijelaskan bahwa setiap kali uang diproduksi, maka pemerintah akan berhutang pada bank sentral. Selanjutnya, hutang-hutang pemerintah itu dapat diperjual-belikan dan dijadikan aset oleh perbankan untuk kembali “menggandakan” uang (ingat “fractional reserve system” pada poin 4 di atas). Semakin banyak hutang pemerintah, semakin banyak pula uang yang dapat digandakan oleh bank. Nah, perang adalah salah satu peristiwa di mana pemerintah akan berhutang dengan jumlah luar biasa besar. Perang Irak konon menghabiskan biaya sampai $3 triliun menurut ekonom peraih Nobel, Joseph Stiglitz. Wajar saja, kalau sejumlah pihak berpandangan bahwa perang terhadap terorisme adalah konspirasi besar yang sengaja dilakukan untuk memompa lebih banyak uang bagi bank-bank di Wall Street.

7.MEREKA YANG TAK BEKERJA MALAH MAKIN KAYA

Dalam sistem yang sekarang berlaku, kecerdasan dan kerja keras tidak dengan sendirinya membuat seseorang bisa menjadi kaya. Mereka yang memiliki akses lebih baik terhadap modal, itulah yang akan menjadi kaya. Mereka tidak perlu bekerja keras, modal akan bekerja secara otomatis untuk mereka. Para pemilik modal super besar ini, selain merupakan para pemilik bank raksasa, juga biasa menitipkan modal mereka pada para spekulan kelas kakap yang dikenal sebagai “hedge funds”. Degan teknologi dan modal yang dimilikinya, mereka bisa meraih keuntungan yang tak terbayangkan dari perdagangan valuta asing maupun berbagai produk turunan dari pasar modal. Modal lebih menguntungkan untuk dipupuk atau diakumulasi lewat pasar finansial ketimbang digunakan sebagai alat tukar untuk memutar perekonomian di sektor riil. Dalam jangka panjang, sektor riil akan kekeringan modal dan kemiskinan akan bertambah luas. Tapi, di lain pihak, sistem ini juga akan menuju kehancurannya sendiri karena hilangnya “daya beli” publik terhadap produk-produk bisnis yang cuma dimiliki segelintir orang tadi.

8.HUTANG JADI ALAT UNTUK TAKLUKKAN DUNIA

Bagi para pemilik modal atau bank besar, penjajahan atas bangsa lain tak perlu dilakukan secara fisik. Sebuah negara boleh saja memiliki pemerintahan yang demokratis, asalkan sistem moneter dan bank sentralnya mengikuti kemauan para penguasa Wall Street. Negara-negara dunia ketiga takkan dibiarkan untuk punya mata uang yang kuat. Kontrol devisa akan diharamkan, supaya para spekulan yang didukung bank-bank raksasa bisa sewaktu-waktu menjatuhkan nilai mata uang lokalnya. Sebagai gantinya, negara-negara dunia ketiga harus menggantungkan diri dari hutang luar negeri dalam mata uang dolar AS. Karena lagi-lagi, hutang tersebut dikenakan bunga yang tinggi (yang tidak pernah diproduksi oleh bank sentral AS), maka negara-negara dunia ketiga harus mati-matian membayar cicilan hutangnya. Bunga hutang semakin lama semakin besar, mengalahkan hutang pokok negara-negara dunia ketiga. Dalam jangka panjang, negara-negara dunia ketiga harus merelakan aset-aset terbaik dan sumber daya alamnya yang paling potensial untuk diambil-alih oleh korporasi-korporasi besar yang didanai Wall Street.

9.LINGKUNGAN DIKORBANKAN DEMI MODAL

Sistem pinjaman dengan bunga ini, secara otomatis mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi secara terus-menerus – tanpa memperhatikan kemampuan alam dan lingkungan untuk mendukung sistem ekonomi yang serakah ini. Karena setiap ekspansi modal atau kredit yang diberikan pada dunia usaha adalah hutang dengan bunga, maka dunia usaha harus mampu meraih keuntungan yang lebih tinggi dari pinjaman plus bunga yang mereka sudah terima. Akibatnya, lingkungan, selagi bisa dieksploitasi untuk kepentingan pertumbuhan ekonomi, takkan ragu untuk dikorbankan oleh para pemburu keuntungan ini. Dalam kurun waktu yang lama, kita sudah melihat dampaknya bagi pemanasan global akibat eksploitasi berlebihan untuk melakukan ekspansi modal.

10.KEMANUSIAAN YANG DIPERBUDAK KONSEP UANG CIPTAANNYA SENDIRI

Yang paling gila dari semua ini adalah, kemanusiaan diperbudak oleh uang dan sistem moneter ciptaannya sendiri. Kecerdasan dan daya cipta, sebagai modal yang tak ternilai dari kemanusiaan kini menghamba pada konsep uang yang keliru. Bayangkan jika uang tidak dimonopoli produksinya oleh bank sentral. Bayangkan jika, uang digunakan murni sebagai alat tukar tanpa bunga (atau seperti dilakukan Muhammad Yunus, bunga pinjaman dikembalikan lagi pada peminjam dalam bentuk dividen). Bayangkan jika setiap negara tidak mengandalkan dolar AS untuk membangun perekonomiannya, tapi mengandalkan sistem moneternya sendiri yang independen. Kegilaan ini bisa terhenti dengan sendirinya.




Blog Stats

  • 8,705 hits

Top Clicks

free ms prita

 

December 2008
M T W T F S S
« Dec   Jan »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Categories

Join My Community at MyBloglog!

Online Status

Dukung Gerakan Ini

Go Green Indonesia


Greenpeace

Join One Campaign

Pages

my twitter


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.